|
Christmas Short Stories
Jingle bells, jingle bells | Merry Christmas | Secret Santa Claus| God's Shepherd, about one of the original Bethlehem shepherd boys | The story of silent night, stille nacht | Christmas Song | White Christmas | Soulful Christmas.
NATAL DAN KASIH ALLAH
Sumber: http://www.sabda.org/sabdaweb/
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Bila Anda penggemar komputer dan senang ber-email ria serta suka
menjelajahi internet, maka Anda akan tahu bahwa pada masa raya Natal
tahun 1987, ketika pengguna internet hanya kurang dari 100.000
orang, ada sebuah kode panggilan komputer yang binal disebut
"Christmas_exe". Kode ini menyebarkan virus yang mengacaukan dunia
perkomputeran dan merusak ribuan mainframes. Yang menarik dari
peristiwa tersebut adalah message yang digunakan: "Here's a
Christmas greeting I thought you'd like.", artinya "Ini adalah
ucapan Natal yang saya kira akan Anda sukai". Virus "Natal" yang
nakal itu mendatangkan malapetaka jika seseorang menerima email dan
mengklik attach-ment/file "Chistmas_exe" tersebut. Sekali memasuki
komputer Anda, maka virus "Natal" itu akan merusak seluruh file dan
akan mereplikasi atau menjiplak diri menjadi ratusan kali, sehingga
mengacaukan jalan masuk ke memori secara rancu alias random. Virus
nakal tersebut dapat menyalin daftar email -- orang-orang yang
sering menerima mail dari address book komputer Anda, kemudian
mengirimkan secara otomatis ke alamat-alamat tersebut untuk mencari
mangsa baru.
Peristiwa yang sama dengan korban lebih banyak terjadi lagi pada
musim semi tahun 2000 ketika sepasang muda dan mudi Filipina
melepaskan virus dengan nama "I Love You", tentu semua pembaca tahu
artinya.
Pelacakan terhadap pencipta virus "Cinta" yang melibatkan FBI dan
Interpol ini dipusatkan ke Filipina setelah sebuah warnet di Manila
melaporkan bahwa virus itu muncul melalui dua alamat email pelanggan
mereka. Virus "Cinta" tersebut telah merusak puluhan juta komputer
dengan nilai ratusan juta dollar. Namun, para ekonom Teknologi
Informasi di California menduga, secara keseluruhan kerugian yang
diakibatkan virus tersebut mencapai 10 milyar dollar!
Jika kita dapat mencari tahu penyebab musibah virus yang
mengakibatkan begitu banyak korban dan kerugian ini, maka kita dapat
menyimak bahwa apa yang sebenarnya dicari oleh manusia pada umumnya
dibalik peristiwa tersebut adalah cinta kasih. Kebutuhan akan cinta
kasih itu makin terasa dalam hidup ini karena makin semaraknya
kekejaman dan kebengisan manusia di tahun-tahun terakhir ini. Belum
lagi trauma tragedi 911 sirna dari ingatan kita, kembali halaman-
halaman depan koran dipenuhi berita-berita tindakan manusia yang
tanpa cinta-kasih terhadap sesamanya.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Bagi kita, masyarakat Indonesia, belum kering air mata kita oleh
meledaknya bom Bali, peledakan bom kembali terjadi di Hotel JW
Marriott Jakarta dengan korban-korban yang tidak berdaya. Demikian
pula di markas besar PBB, belum ada tanda-tanda kesedihan menurun
karena kantornya di Irak meledak dan sejumlah pegawai seniornya
meninggal, lagi-lagi bom bunuh diri menimpa kantor yang sama, bahkan
korban yang jatuh semakin bertambah, baik dari pasukan koalisi
ataupun US serta penduduk lokal yang terkena serangan roket. Korban
jatuh lain yang tidak terhitung jumlahnya juga terjadi dalam konflik
Israel-Palestina di Timur Tengah serta akibat dari ledakan bom
teroris di Arab Saudi. Di Amerika sendiri, penjagaan dan pemeriksaan
bagasi para penumpang pesawat domestik ataupun internasional semakin
diperketat, sehingga menyebabkan kejengkelan dan kekesalan bagi
kebanyakan penumpang. Seseorang yang akan bepergian dengan pesawat
internasional harus menyediakan waktu empat jam di muka sebelum
check in. Dalam kehidupan dunia yang hanya terdiri dari rangkaian
musibah dan kekejaman ini, benar-benar telah mengganggu kehidupan
umat manusia sejagat. Tidak ada seorang pun, termasuk Presiden
Amerika Geoge W. Bush atau Sekjen PBB Kofi Annan, dapat memprediksi
kapan ketidak-pastian itu akan berakhir.
Kita adalah Obyek Kasih Allah
-----------------------------
Di tengah kerisauan, kecemasan, ketakutan, kegelisahan, dan keputus-
asaan, kita melihat bahwa dunia tidak berubah lebih baik, tetapi
semakin mengecewakan dan moral manusia semakin merosot sekalipun
kemajuan teknologi semakin canggih. Di masa raya Natal ini, ada
baiknya kita merenungkan kembali cinta-kasih yang sejati di tengah
dunia yang sudah kehilangan cinta kasih ini, yaitu kasih Allah.
Mungkin Anda akan bertanya, bagaimanakah kasih Allah itu dinyatakan
di tengah dunia yang penuh bencana ini? Justru di saat-saat seperti
inilah, kita makin perlu lebih meresapi kasih Allah itu.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Kasih Allah yang dirindukan oleh setiap orang, baik Kristen maupun
non-Kristen, khususnya di masa yang menggelisahkan dan tidak menentu
ini, dinyatakan dalam Injil Yohanes 3:16,
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia
telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap
orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal."
Ayat tersebut tentu sudah dikenal, bahkan dihafal oleh banyak orang
Kristen itu, sering terpampang pula di stadium-stadium besar tatkala
diadakan pertandingan football dan di akhir Parade Mawar di Pasadena
pada setiap hari pertama di tahun yang baru.
Namun, pernahkah Anda bertanya, "Mengapa Allah begitu mengasihi
saya?" Dalam Mazmur 8:4 Daud pernah bertanya,
"Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak
manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?"
Sayang ia tidak memberikan jawabannya. Memang banyak orang, bahkan
orang Kristen sekalipun, berpendapat bahwa mustahil untuk mengetahui
mengapa Allah mengasihi kita. Anda ingin tahu jawabannya? Bacalah
1Yohanes 4:8,
"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab
Allah adalah kasih."
Di situ jelas dinyatakan bahwa Allah adalah KASIH dan kasih
membutuhkan obyek. Setelah Allah menciptakan semua binatang, Allah
tidak menemukan dalam diri hewan-hewan itu kemampuan untuk menerima
kasih-Nya. Itulah sebabnya, Allah menciptakan manusia yang serupa
dengan gambar-Nya dan yang kepadanya dihembuskan nafas, sehingga
manusia itu menjadi makhluk yang hidup, pribadi yang dapat bersekutu
dan berkomunikasi dengan Allah (Kejadian 1:26; 2:7). Kita diciptakan
Allah karena kitalah yang layak menjadi obyek kasih Allah, itulah
sebabnya, Allah begitu mengasihi kita dan mengaruniakan Anak-Nya
yang tunggal bagi kita.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Allah menciptakan manusia yang begitu dikasihi-Nya, sehingga Allah
mau mati baginya. Kita bukanlah tokoh film kartun atau robot, kita
adalah peta dan gambar Allah, Dia menciptakan kita untuk dikasihi-
Nya. Sekalipun kita terhilang dan memberontak kepada-Nya, Dia tetap
mencari dan mau mengampuni serta menyelamatkan kita. Inilah berita
kasih Allah bagi kita di Natal ini, di masa yang menggelisahkan dan
tidak menentu!
Sekalipun umat manusia telah jatuh dalam dosa, Allah melihat di
dalam diri manusia tetap ada peta dan gambar-Nya. Sekalipun umat
manusia mengutuki sesamanya seperti yang dikatakan Yakobus 3:9,
"Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah
kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,"
namun peta dan gambar Allah tetap ada dalam diri kita. Allah
mengasihi kita bukan karena kita tampan atau cantik, cerdas dan
kaya, atau berbakat dan punya posisi melainkan karena kita adalah
ciptaan Allah yang menjadi obyek kasih-Nya. Dia begitu mengasihi
kita sebagaimana kita adanya dan tanpa syarat. Inilah pernyataan
kasih Allah bagi kita di masa Natal yang menggelisahkan dan tidak
menentu ini! Di dalam kasih Allah itu, kita akan menemukan kedamaian
dan kepastian kasih.
Kristus adalah Refleksi Kasih Allah
-----------------------------------
Agar kita lebih mantap meresapi kasih Allah, tengoklah Yesus Kristus
yang oleh Paulus dikatakan:
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh
kepenuhan ke-Allahan" (Kolose 2:9)
dan Yohanes menyaksikan,
"Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak
Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang
menyatakan-Nya." (Yohanes 1:18)
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Yesus Kristus yang lahir pada hari Natal melalui anak dara Maria,
hidup dan berkarya dalam sejarah manusia untuk menunjukkan kepada
kita kasih Allah yang kekal itu. Itulah sebabnya, kita perlu
sungguh-sungguh mengenal Yesus Kristus. Kasih Allah kepada kita
dinyatakan oleh kasih Kristus kepada orang-orang yang Dia layani
selama hidup-Nya.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang buta melihat.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang timpang
berjalan.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang tuli mendengar.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang kusta menjadi
tahir.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia membuat yang mati
dibangkitkan.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia mengunjungi Samaria untuk
melenyapkan ketegangan ras.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia menawarkan air hidup kepada
kita supaya kita tidak kehausan akan cinta kasih dalam hidup ini.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Dia mau bertelut dan mencuci kaki
kita.
Namun kita tahu, Yesus Kristus datang bukan hanya untuk mengajarkan
moral yang agung atau mengubah penderitaan menjadi kesejahteraan,
kerisauan menjadi kedamaian. Dia datang adalah untuk mati
menggantikan kita, itulah ungkapan kasih Allah yang terbesar:
"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah,
tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah
mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."
(1Yohanes 4:10)
Dia begitu mengasihi kita sehingga pada waktu yang ditentukan oleh
Allah, Kristus telah mati untuk kita yang durhaka.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Kristus telah mati untuk kita
yang lemah, yang tidak sanggup melakukan perintah-perintah-Nya.
Dia begitu mengasihi kita sehingga Kristus telah mati untuk kita
yang adalah seteru, senantiasa menentang kehendak-Nya.
Dia begitu mengasihi kita dengan kasih yang tidak terukur.
Kasih Allah lebih lebar dari alam semesta.
Kasih Allah lebih panjang dari kekekalan. Kasih Allah lebih tinggi
dari segala langit.
Kasih-Nya lebih dalam dari lubang maut hingga dapat mencapai Anda
orang yang paling berdosa sekalipun. Kasih Allah tidak mempunyai
batas.
Dengan mengenal Yesus Kristus, maka tidak akan ada lagi ketakutan,
melainkan keyakinan akan kasih Allah.
Tidak akan ada lagi keperihan, melainkan penghiburan kasih Allah.
Tidak akan ada lagi penolakan, melainkan penerimaan kasih Allah.
Tidak akan ada lagi kesedihan, melainkan kesukacitaan dalam kasih
Allah.
Tidak akan ada lagi permusuhan, melainkan kerukunan dalam kasih
Allah.
Tidak akan ada lagi air mata, melainkan sorak pujian atas kasih
Allah.
Di hadapan Allah, yang ada hanya kasih, sukacita, damai, harapan,
dan iman. Betapa bahagianya kita jika menyambut kasih Allah itu.
Semoga, di masa Natal ini, di mana kerisauan dan ketidakpastian
masih merasuk hidup umat manusia sedunia, kita lebih yakin bahwa
sungguh kita adalah obyek kasih Allah di dalam Yesus Kristus. Amin.
Sumber: http://www.sabda.org/sabdaweb/
Christmas Photo
Christmas Song
Greeting e-Cards
White Christmas Tree
Free Greeting e-Cards:
|
|
|
Christmas Articles:
Browse the web faster
Christmas Short Stories
Christian Articles
Greeting e-Cards
|
|