|
Easter Short Stories
What is the meaning of Easter?
While the focus was once on Easter Sunday, now it is on the Easter Bunny. But Easter Sunday is much more than a day of colorful plastic eggs and chocolate bunnies; it is in fact a day that left the world forever changed.
It had been three days since Jesus had received the death penalty by popular vote. His friends and followers were devastated, as they had come to believe that He was not just an ordinary man, but the Son of God. He had performed miracles, healed every disease, and even brought a man back from the dead.
On that third day—the day we now celebrate as Easter Sunday—His friends went to His grave, but instead of finding His body, they found an open tomb with no body in it. In fact, what they saw was an angel who told them, “Don’t be afraid! I know you are looking for Jesus, who was crucified. He isn’t here! He has been raised from the dead, just as He said it would happen” (Matthew 28:5, 6).
Jesus rose from the dead on Easter Sunday; now He offers to you the gift of eternal life and forgiveness of sins. This is the true story of Easter, and this salvation is for you. GOD loves YOU!
APA ITU MASA PRAPASKAH?
Masa Prapaskah adalah masa pertumbuhan jiwa kita. Kadang-kadang jiwa kita mengalami masa-masa kering di mana Tuhan terasa
amat jauh. Masa Prapaskah akan mengubah jiwa kita yang kering itu. Masa Prapaskah juga membantu kita untuk mengatasi
kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mementingkan diri sendiri dan suka marah.
Banyak orang mengikuti retret setiap tahun. Retret itu semacam penyegaran jiwa. Kita membebaskan diri dari segala beban dan
segala rutinitas sehari-hari. Tujuannya agar kita dapat meluangkan waktu untuk memikirkan dan mendengarkan Tuhan. Kalian
boleh menganggap Masa Prapaskah sebagai suatu Retret Agung selama 40 hari. Yaitu saat untuk mengusir semua kekhawatiran dan
ketakutan kita supaya kita dapat memusatkan diri pada Sahabat kita dan mempererat hubungan kita dengan-Nya. Sahabat itu,
tentu saja, adalah Tuhan. Kita dapat mempererat hubungan kita dengan-Nya dengan berbicara kepada-Nya dan mendengarkan-Nya.
Cara lain yang juga baik adalah dengan membaca bagaimana orang lain membangun persahabatan dengan Tuhan di masa silam. Kitab
Suci adalah bacaan yang tepat atau bisa juga kisah hidup para santo dan santa.
Akhirnya, hanya ada dua kata untuk menyimpulkan apa itu Masa Prapaskah, yaitu: "NIAT" dan "USAHA". Misalnya saja kita berniat
untuk lebih mengasihi sesama, kita juga berniat untuk tidak lagi menyakiti hati sesama. Salah satu alasan mengapa kita gagal
memenuhi niat kita itu adalah karena kita kurang berusaha. Kitab Suci mengatakan "roh memang penurut, tetapi daging lemah".
Di sinilah peran Masa Prapaskah, yaitu membangun karakter yang kuat. Kita berusaha untuk menguasai tubuh dan pikiran kita
dengan berlatih menguasai diri dalam hal-hal kecil. Oleh karena itulah kita melakukan silih selama Masa Prapaskah. Kita
berpantang permen atau rokok atau pun pantang menonton program TV yang paling kita sukai. Dengan berpantang kita belajar
mengendalikan diri. Jika kita telah mampu menguasai diri dalam hal-hal kecil, kita dapat meningkatkannya pada hal-hal yang
lebih serius.
Berlatih menguasai diri baru sebagian dari usaha. Tidaklah cukup hanya berhenti melakukan suatu kebiasaan buruk, tetapi kita
juga harus memulai suatu kebiasaan baik untuk menggantikan kebiasaan buruk kita itu. Misalnya saja membaca Kitab Suci setiap
hari, berdoa Rosario, menerima Komuni secara teratur. Jadi jangan hanya duduk diam saja, LAKUKAN SESUATU. Mulailah Hari Rabu
Abu dengan menerima abu yang telah diberkati, lalu kemudian memulai hidup baru bagi jiwamu!
sumber : Romo Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
Dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Easter Photo
Easter Song
Greeting e-Cards
Easter Egg
Free Greeting e-Cards:
|
|
|
Easter Articles:
Browse the web faster
Easter Short Stories
Christian Articles
Greeting e-Cards
|
|