|
Easter Short Stories
What is the meaning of Easter?
While the focus was once on Easter Sunday, now it is on the Easter Bunny. But Easter Sunday is much more than a day of colorful plastic eggs and chocolate bunnies; it is in fact a day that left the world forever changed.
It had been three days since Jesus had received the death penalty by popular vote. His friends and followers were devastated, as they had come to believe that He was not just an ordinary man, but the Son of God. He had performed miracles, healed every disease, and even brought a man back from the dead.
On that third day—the day we now celebrate as Easter Sunday—His friends went to His grave, but instead of finding His body, they found an open tomb with no body in it. In fact, what they saw was an angel who told them, “Don’t be afraid! I know you are looking for Jesus, who was crucified. He isn’t here! He has been raised from the dead, just as He said it would happen” (Matthew 28:5, 6).
Jesus rose from the dead on Easter Sunday; now He offers to you the gift of eternal life and forgiveness of sins. This is the true story of Easter, and this salvation is for you. GOD loves YOU!
Nilai Sebuah Paskah
http://www.pondokrenungan.com
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Kisah kebangkitan dalam Injil Yohanes ini mencakupi dua tema, yakni iman dan cinta. Agar bisa mempercayai peristiwa
kebangkitan, kita butuh iman, karena kebangkitan adalah suatu misteri. Dalam kamus Webster, Misteri dimengerti sebagai suatu
teka teki yang sulit dijelaskan, sesuatu yang mendatangkan rasa heran, yang membuat seseorang berdiri terpaku di hadapannya
tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dalam peristiwa kebangkitan, kita juga mengalami semua yang dilukiskan untuk sebuah
misteri dalam kamus Webster. Kebangkitan itu hanya dapat dipahami dalam konteks iman, karena tak ada sesuatu pun di dunia ini
yang bisa membantu kita untuk memahami kebangkitan seonggok tubuh yang telah kehilangan nyawa. Kesedihan serta keputus-asaan
yang dibawa oleh kematian, kini telah diatasi oleh suatu janji akan kehidupan kekal, dan ini hanya dapat dipahami lewat iman.
Tema yang kedua adalah Cinta. Seperti yang nampak pada akhir perikope injil ini, Johanes, murid yang dikasihi Yesus serta
yang mengasihi Yesus, adalah orang pertama yang percaya akan kebangkitan. Ia adalah orang pertama yang percaya, ia juga
adalah orang pertama yang mengerti peristiwa kebangkitan. Cinta memberinya mata yang bisa melihat tanda misteri dan percaya.
Cinta mampu menangkap kebenaran ketika intelek diliputi ketidak-pastian. Cinta bisa membuka nilai asli dari sesuatu ketika
pikiran manusia seakan menjadi buta.
Maria Magdalena merupakan satu dari mereka yang termasuk dalam kelompok pioner yang menerima warta kebangkitan Yesus. Mereka
adalah kaum kecil yang masih tertinggal di bawah kaki salib Yesus, ketika semua teman-teman Yesus (para murid) terbirit lari
meninggalkan Yesus. Ketika tubuh Yesus dimasukan ke dalam kubur, mereka juga ada di sana. Merekalah yang pertama-tama di pagi
buta datang ke kubur Yesus. Cinta mereka akan Yesus kini mendapat imbalannya, yakni menjadi kelompok pertama yang mengetahui
warta gembira kebangkitan Yesus.
Di abad ini ketika Yesus telah berada dalam keagungan BapaNya di Surga, di manakah kita bisa bertemu dengan Yesus yang
bangkit?? Di awal injil Yohanes, sejumlah orang Yunani , kelompok yang dikenal sebagai kaum pencari kebenaran , datang
mendekati para murid dan meminta untuk bertemu dengan Yesus. Namun sayangnya, Yesus tidak menampakan diri kepada mereka. Kaum
Yunani tersebut hanya bisa bertemu dengan Yesus lewat kedua-belas murid Yesus. Jadi terhadap pertanyaan yang baru saja
diajukan di atas, kini diberikan jawabannya: "Orang lain bisa melihat Yesus yang bangkit lewat mereka yang percaya akan Dia",
yakni lewat mereka yang menyebut diri Kristen , yang menyebut diri murid-murid Yesus di abad ini. Teman-teman kita, atau
siapa saja yang bertemu dengan kita setiap hari, seharusnya mampu melihat diri Yesus yang bangkit lewat pelayanan dan cinta
kita.
Kita tahu bahwa kehidupan Maria Magdalena telah berubah secara radical sejak ia bertemu dengan Yesus. Yesus mampu melihat
kehadiran yang ilahi dalam diri Maria Magdalena, dan secara perlahan membantunya untuk mampu melihat kehadiran ilahi itu
dalam dirinya dengan matanya sendiri. Sebagai pengikut Yesus, kita seharusnya mampu membawa perubahan hidup sebagaimana
dialami Maria Magdalena di atas.
Ketika seseorang tak mampu melihat hari esok, ketika ia dilanda putus asa yang berat, ketika kakinya tak mampu lagi melangkah
untuk meneruskan perjalanannya, ketika mata seseorang seakan buta dan tak mampu melihat apa yang benar, ketika seseorang
tidak mendapat penghargaan yang layak sebagai manusia, di saat-saat seperti itulah kita hendaknya datang memberikan kekuatan
baru, memberikan harapan baru, memberikan semangat baru untuk terus bergerak maju. Inilah warta kebangkitan yang seyogyanya
kita kumandangkan.
Tarsis Sigho - Taipei
Easter Photo
Easter Song
Greeting e-Cards
Easter Egg
Free Greeting e-Cards:
|
|
|
Easter Articles:
Browse the web faster
Easter Short Stories
Christian Articles
Greeting e-Cards
|
|