|
Easter Short Stories
What is the meaning of Easter?
While the focus was once on Easter Sunday, now it is on the Easter Bunny. But Easter Sunday is much more than a day of colorful plastic eggs and chocolate bunnies; it is in fact a day that left the world forever changed.
It had been three days since Jesus had received the death penalty by popular vote. His friends and followers were devastated, as they had come to believe that He was not just an ordinary man, but the Son of God. He had performed miracles, healed every disease, and even brought a man back from the dead.
On that third day—the day we now celebrate as Easter Sunday—His friends went to His grave, but instead of finding His body, they found an open tomb with no body in it. In fact, what they saw was an angel who told them, “Don’t be afraid! I know you are looking for Jesus, who was crucified. He isn’t here! He has been raised from the dead, just as He said it would happen” (Matthew 28:5, 6).
Jesus rose from the dead on Easter Sunday; now He offers to you the gift of eternal life and forgiveness of sins. This is the true story of Easter, and this salvation is for you. GOD loves YOU!
Pengakuan Dosa
http://www.pondokrenungan.com
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Sudah bertahun-tahun saya tidak mengaku dosa, yang ada dibenak saya waktu itu adalah "Ah, malu sama pastor, nanti dia tahu
dosa-dosa berat ku", atau "untuk apa pengakuan, ngaku aja langsung sama Tuhan" dan sejuta alasan lain, yang ada dibenakku
untuk menghindari Sakramen Agung ini.
Aku bingung, ada keinginan dalam diriku untuk memberontak terhadap sakramen yang satu ini "Sakramen yang membuat aku malu
didepan pastor", untuk mengatasi kebingunganku ini aku bertanya kepada temanku yang beragama Kristen Protestan tentang
pertobatan, wah ada perbedaan jauh antara pengakuan dosa Katolik dan Protestan, tapi saat itu aku pikir, Tuhan Yesus itu
Kasih Dia mengasihi kita, jika saya sungguh-sungguh bertobat walaupun tanpa pengakuan dosa pasti dia menolongku, lagi pula
saudara-saudara kita lain non-Katolik berjumlah 1 milyard (sembilan nol dibelangkang satu) masa mereka semua akan ke neraka
sih?
Lalu aku surf ke internet, untuk mengetahui lebih jauh tentang Sakramen Agung tersebut, dan aku menemukan artikel yang
menarik yang akan aku terjemahkan untuk saudara-saudara sekalian.
Tetapi sebelum aku menterjemahkan artikel tersebut, aku coba menjelaskan sesuatu dulu, pengalaman pribadiku dalam menghayati
Sakramen Rekonsiliasi dan jawaban yang kutemukan untuk mengatasi rasa malu, takut dll.
"Ah, malu sama pastor nanti dia tahu dosa-dosaku" : Semua orang berdosa, bahkan Paus juga mengaku dosa! dan jika anda mengaku
dosa didepan pastor, Rahasia pengakuan dosa itu akan dipegang sampai MATI oleh Bapa Pengakuan anda, Bapa Pengakuan anda lebih
rela MATI disiksa daripada membocorkan Rahasia Pengakuan dosa anda. Dan jika pengakuan tersebut bocor (sengaja/tidak sengaja)
orang tersebut akan di exkomunikasikan (ini bukan main-main dalam Gereja Katolik) dan hanya Paus yang dapat mengampuni dan
memberikan Sakramen Rekonsiliasi pada orang itu. jadi RAHASIA anda AMAN.
"Ah, ngaku sama Tuhan aja langsung", untuk hal ini artikel yang akan saya terjemahkan semoga membantu anda.
Dan ada suatu negara di Eropa, sebagian besar penduduknya Katolik, seorang psikiater mengatakan hal ini, "Kebanyakan Pasien
saya, itu orang Protestan, Yahudi, dan bukan Katolik". Mengapa hal ini terjadi karena dengan pengkuan yang tulus di hadapan
Bapa pengakuan anda dan ALLAH BAPA, anda memperoleh Psikiater GRATIS, jadi anda sudah untung dua hal: Nama Anda ditulis lagi
di Kitab Kehidupan dan Konsultasi spiritual GRATIS. Masa sebagai mudika atau ketua lingkungan atau manusia biasa kita enggak
mau yang GRATISAN SIH??
"Apa ada dasar biblical/alkitab untuk pengakuan dosa" ada, lihat terjemahan okay.
KEKUATAN PENYEMBUHAN DALAM SAKRAMEN TOBAT
oleh: Fr. Albert A. Caprio, O.P
Sakramen Tobat, yang umumnya disebut Pengakuan Dosa, mungkin merupakan sakramen yang paling kontraversial dan banyak
didebatkan. Karena banyak yang berpendapat tidak penting atau berulang-ulang baik oleh Katolik maupun Non-Katolik dan
merupakan topik yang umum menjadi perdebatan oleh para ahli teologi.
Kenyataan sungguh kontraversi ini akan disayangkan dan ironis, karena sakramen ini merupakan tempat perjumpaan dengan Yesus.
Ekaristi dan Tobat merupakan sumber rekonsiliasi dalam kehidupan Kristen. Sebagai hasil konsili Vatikan II, Gereja menekankan
penghayatan kepada Ekaristi Kudus, contoh penekanan adalah memberi kekuatan atas Ekaristi untuk bersatu dengan tiap
individual dengan Tubuh Kristus (Gereja), dan juga Tri Tunggal Maha Kudus.
Sayangnya Sakramen Tobat menjadi kurang diperhatikan, dikarenakan rasa frustasi karena diraskan kurang efektifnya sakramen
ini. Orang yang menerima sakramen ini umumnya tulus memohon pengampunan, namun diharapkan juga terjadi perubahan radikal
dalam hidupnya, bukan hanya perasaan diampuni. Secara explisit diharapkan orang yang menerima Sakramen Tobat ini, secar tulus
bertobat dan semakin mengasihi Tuhan dan sesama dengan pertolongan Roh Kudus, sehingga dosa tersebut dapat sembuh dan mereka
bebas dari kuasa setan. Dan diharapkan juga setelah menerima Sakramen Tobat ini, usaha perbaikan dilakukan hanya untuk
dosa-dosa kecil seperti kebiasaan yang buruk.
Beberapa saran yang dapat dipakai untuk memperoleh hasil tersebut.
1. Orang yang ingin mengaku dosa sebaiknya melakukan refleksi atas dirinya sendiri secara jujur.
2. Diharapkan Bapa Pengakuan lebih sensitif terhadap pribadi tersebut.
3. Bapa pengakuan diharapkan mempersiapkan diri mereka sendiri untuk bimbingan spiritual.
4. Pengakuan umum mungkin membantu untuk acara khusus (seperti retret) setelah bertahun-tahun tidak mengaku dosa.
5. Perayaan syukur atas diterima kembali, pribadi yang mengaku dosa
Dalam Injil, banyak ditemukan kisah bagaimana Yesus mengampuni orang yang berdosa, hanya orang Farisi yang mengangap Yesus
menghujat Allah karena memberi pengampunan (hanya orang ... yang mengangap pastor/wakil Yesus menghujat Allah karena
memberikan Sakramen Tobat), tetapi merupakan bukti Keagungan Kristus.
Contoh pengampuan yang terkenal dalam Kitab Suci adalah Perumpaan Anak Hilang, Wanita yang Berzinah, Pencuri yang disalib,
Petrus yang menyangkal Yesus.
Pengampunan dosa amat kontraversial karena pengampunan merupakan hak Allah sendiri dan itu diberikan kepada semua orang, dan
semua dosa. Cerita pengampunan dosa itu memiliki pola dan sering kali berhubungan dengan penyembuhan.
Dalam setiap kisah di Kitab Suci, pengampunan diberikan terhadap individual. Yesus mengampuni dan menyembuhan pribadi
tertentu, Yesus mengampuni dan menyembuhkan pribadi, bukan kelompok orang banyak. Setiap pertemuan tersebut personal dan
intim penuh kasih. Pertemuan dan pengampunan yang paling intim adalah saat Yesus berbicara kepada wanita yang berzinah, yang
telah dihina orang-orang; Pemberian pengampuan yang paling personal yang diberikan Yesus adalah kepada Petrus yang telah
menyangkal Yesus 3 kali, yang sebelumnya mengatakan mencintai Yesus sesungguh hati 3 kali juga.
Dalam setiap kisah tersebut, ada pengampunan dosa, ada perubahan. Dan selalu ada pernyataan dari Yesus atas pengampunan yang
diberikan Yesus.
Hal-hal tersebut persis sama dengan saat anda menerima Sakramen Tobat oleh wakil Yesus, yaitu Bapa pengakuan anda. Anda
merasakan kasih dan intimimasi dari Bapa pengakuan anda. What a love !!! (paragraph ini komentar dari tukang terjemah)
MENGAPA HARUS MENGAKU DOSA SAAT INI?
Jika kita jujur, kita harus akui bahwa pertemuan dengan Yesus dan pengampunan sama pentingnya saat ini dan saat Yesus masih
hidup di dunia. Kita menyadari bahwa kita orang berdosa, kita tidak mungkin lolos dari kelalaian, kesalahan, komitmen kita,
kecemburuan, keinginan kita untuk menjadi nomor satu walaupun dengan mengorbankan orang lain, dan dosa-dosa lain
Tetapi jika kita ingin mendapat pengampunan, bagaimana peran Pengakuan Dosa? Mengapa kita tidak memohon dari dalam hati kita
yang terdalam agar Yesus mau mengampuni kita? Tidakkah dengan mohon pengampuan dari Yesus sendiri dalam hati cukup sesuai
dengan pola di Kitab Suci dengan sungguh-sungguh memperbaiki hidup kita sendiri secara radikal?
Harus kita akui, jika kita membuat pola-pola pengampunan Yesus di Kitab Suci sebagai aturan, pengakuan pribadi kurang
lengkap. Pola pengampunan yang diberikan Yesus merupakan pertemuan nyata antara DUA PRIBADI (orang yang berdosa dan YESUS
sebagai manusia).
Kita tidak dapat menyangkal fakta bahwa Yesus yang memberi pengampunan adalah manusia, hidup, nyata dan sering kali menjamah
orang yang berdosa dengan kasih yang besar, berbicara dengan aksen tertentu, menasehati dll. Hal tersebut tidak anda alami
jika anda mohon pengampunan hanya dari lubuk hati anda yang paling dalam. Dan hal ini berlaku untuk saudara kita bangsa
Yahudi yang memiliki pengalaman pengakuan dosa secara langsung kepada Allah dalam hati dan mempersembahan kurban di rumah
ibadah.
Yang berbeda antara Yesus dengan pengampunan dosa orang Yahudi adalah; Yesus bertemu dengan orang yang berdosa saat itu DARAH
DAN DAGING memberi pengampuan dosa kepada DARAH DAN DAGING. Pemberian pengampunan ini menegaskan kembali solidaritas YESUS
yang turun ke dunia sebagai MANUSIA untuk manusia.
AKAR DARI PENGAKUAN DOSA SAAT INI
Akar dari bentuk pengakuan dosa Gereja Katolik ini adalah segala sesuatu yang Allah lakukan adalah untuk manusia, dan kita
ingin bukti bahwa dosa kita diampuni. Allah tidak meminta kita untuk menerima Sakramen Tobat karena itu adalah satu-satu cara
Allah mengampuni, tetapi karena sebagai manusia kita ingin bukti bahwa kita diampuni Allah. Pengalaman menunjukan bahwa ada
suatu kebutuhan manusia untuk menceritakan dirinya/dosanya dll kepada orang lain. Dan tidak jarang psikiater mereferensikan
kepada pasiennya (jika pasiennya Katolik) untuk mengaku dosa kepada Bapa Pengakuanya, karena untuk masalah dosa dan kesalahan
hal ini bukan bidang mereka. Bagaimanapun juga manusia menyadari didalam hati mereka bahwa pengampunan dalam hati tidaklah
cukup.
Dalam Sakramen Tobat pola dan pengalaman pribadi yang dilakukan Yesus diteruskan oleh gereja dengan kemampuan untuk
mengampuni dosa. Dalam Matius 16:13-23, Yesus memberikan kepada Petrus "Kunci Surga"; kemampuan dan tanggung jawab untuk
mengampuni dosa. Pada Injil Lukas 24:36-49 Yesus yang bangkit memerintahkan murid-muridnya untuk memberitakan Injil dan
mengampuni dosa.
Praktek pengakuan dosa pada awal gereja kurang jelas. Kita tahu bahwa pada gereja perdana apa yang dilakukan gereja, jika
orang Kristen yang sudah dibaptis jatuh kedalam dosa. Gereja menjelaskan bahwa baptis tidak dapat diulang, tetapi Penghapusan
dosa yang dilakukan Yesus lewat salib dapat diteruskan ke orang yang berdosa.
Pada masa awal gereja orang kristen yang melakukan dosa berat; berzinah, membunuh atau menyangkal iman mereka waktu
menghadapi maut, dapat diampuni jika mereka mengaku dosa kepada Uskup. Namun dengan perkembangan gereja Pastor dapat
memberikan pengampunan dosa untuk jenis dosa-dosa tersebut.
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENERIMA SAKRAMEN TOBAT
Agar Sakramen Tobat sempurna, orang yang berdosa tersebut harus benar-benar tulus mengakui dosanya sendiri; jujur dan
mengakui semua dosanya; menerima penetensi, dan berkeinginan untuk tidak berbuat dosa lagi. Orang tersebut harus benar-benar
menyesal, dan mengerti bahwa mereka telah meninggalkan Tuhan dan Gereja sebagai Tubuh Kristus Pengakuan tersebut harus jujur,
spesifik.
Keinginan untuk tidak berbuat dosa lagi tidak bermaksud, bersumpah tidak melakukan dosa lagi, tetapi berkeinginan untuk tidak
berbuat dosa lagi dan mengambil langkah yang tepat untuk menghindari dosa tersebut.
RAHASIA PENGAKUAN
Rahasia pengakuan bersifat mutlak; rahasia tersebut tidak boleh diungkap kecuali atas ijin dari orang yang mengaku. Setiap
jenis pelanggaran mengakibatkan ekskomunikasi. Maksudnya apapun yang pastor dengan saat pengakuan, dan setiap kata yang
didengar oleh penterjemah atau orang tanpa sengaja mendengar pengakuan tersebut, rahasia tersebut tidak boleh disebar.
Pelanggaran atas kerahasian ini adalah dosa berat dan merupakan satu dari 7 dosa yang menyebabkan ekskomunikasi dari gereja,
dan hanya dapat diampuni oleh Paus.
PERTIMBANGAN LAIN
Umat Katolik diharapkan menerima Sakramen Tobat minimal 1 kali setahun saat masa pra-paskah. Efek dari rekonsiliasi ini
adalah bersatunya kembali orang berdosa itu dengan Allah (karena jika anda berdosa besar, anda akan jatuh kedalam neraka).
CATATAN:
Saya melakukan sedikit edit terhadap terjemahan tersebut, jika anda berminat membaca lebih lengkap saya sertakan pula website
artikel tersebut karena banyak kalimat yang hanya dapat dimengertikan dalam bahasa inggris dan amat sulit diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia karena ketidak mampuan saya menterjemah secara baik.
Oleh karena itu saya sertakan juga websitenya: Jika Anda ingin membaca lebih jelas
http://www.catholic-center.rutgers.edu/FrAlCaprio/Reconciliation.html
Salam damai Kristus,
harwic - Pondok Renungan
Easter Photo
Easter Song
Greeting e-Cards
Easter Egg
Free Greeting e-Cards:
|
|
|
Easter Articles:
Browse the web faster
Easter Short Stories
Christian Articles
Greeting e-Cards
|
|